
PRODUKTIF NEWS COM
Media bacaan Berkualitas
Ditulis oleh: Alung, Burhanuddin, Putri, Riris – Mahasiswa Manajemen, Universitas Pamulang
DEPOK, -Di era digital yang semakin berkembang, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi informasi dalam kegiatan pemasaran. Sistem Informasi Pemasaran (SIP) menjadi salah satu faktor penting yang membantu UMKM meningkatkan penjualan, memperluas jangkauan pasar, serta membangun hubungan dengan pelanggan secara lebih efektif
Menurut Kotler dan Keller (2016), Sistem Informasi Pemasaran merupakan suatu sistem yang terdiri dari manusia, prosedur, dan teknologi yang digunakan untuk mengumpulkan, mengolah, serta menyebarkan informasi guna mendukung pengambilan keputusan pemasaran. Dengan adanya sistem informasi yang baik, pelaku usaha dapat memahami kebutuhan konsumen dan menentukan strategi pemasaran yang tepat.
Studi Kasus: Pemanfaatan Sistem Informasi Pemasaran pada UMKM Foodacius
Berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner terhadap Saudari Ani Marshela selaku pemilik UMKM Foodacius, diperoleh beberapa informasi terkait penerapan sistem informasi pemasaran dalam kegiatan usahanya.
Foodacius merupakan usaha di bidang makanan yang memanfaatkan media sosial sebagai sarana utama pemasaran produk. Dalam menjalankan kegiatan promosi, pelaku usaha menggunakan beberapa platform digital seperti WhatsApp, Instagram, dan TikTok untuk menjangkau pelanggan secara lebih luas.
Selain itu, media sosial dinilai sangat membantu dalam meningkatkan penjualan produk. Pelanggan biasanya melakukan pemesanan melalui WhatsApp maupun Direct Message (DM) Instagram karena dinilai lebih praktis dan cepat dalam berkomunikasi.
Dalam pengelolaan usaha, pencatatan pesanan dan penjualan masih dilakukan secara manual. Meski demikian, penggunaan media sosial memberikan manfaat besar berupa meningkatnya jumlah pelanggan dan memperluas jangkauan promosi produk.
Manfaat Strategis Sistem Informasi Pemasaran bagi UMKM
Penerapan Sistem Informasi Pemasaran memberikan berbagai manfaat bagi perkembangan UMKM, di antaranya:
1. Memperluas Jangkauan Pasar: Media sosial memungkinkan produk dikenal oleh masyarakat yang lebih luas tanpa harus membuka toko fisik di banyak tempat.
2. Meningkatkan Interaksi dengan Pelanggan: Komunikasi melalui WhatsApp dan Instagram membantu pelaku usaha menjalin hubungan yang lebih dekat dengan konsumen.
3. Meningkatkan Penjualan: Promosi digital terbukti membantu meningkatkan jumlah pelanggan dan penjualan produk secara bertahap.
4. Mempermudah Promosi Produk: Pelaku usaha dapat melakukan promosi secara cepat, murah, dan fleksibel melalui konten media sosial.
Sejalan dengan pendapat McLeod dan Schell (2018), sistem informasi pemasaran membantu perusahaan memperoleh informasi yang akurat mengenai konsumen dan kondisi pasar sehingga strategi pemasaran dapat dilakukan secara lebih efektif.
Tantangan dan Harapan Pengembangan UMKM
Meskipun media sosial memberikan banyak manfaat, pelaku UMKM masih menghadapi beberapa kendala dalam pemasaran digital, salah satunya adalah tingkat engagement konten yang terkadang belum maksimal sehingga promosi belum sepenuhnya menjangkau target pasar secara optimal.
Selain itu, sistem pencatatan penjualan yang masih manual menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan data usaha. Oleh karena itu, penggunaan aplikasi pencatatan digital dan pengelolaan media sosial yang lebih terstruktur dapat menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi operasional UMKM.
Ke depan, pelaku usaha berharap usahanya terus berkembang dengan jumlah pelanggan yang semakin meningkat. Strategi yang direncanakan adalah lebih aktif melakukan update konten sebagai bentuk soft selling kepada pelanggan agar hubungan dengan konsumen tetap terjaga.
Menurut Jogiyanto (2017), pemanfaatan sistem informasi secara optimal dapat membantu organisasi meningkatkan efisiensi kerja, memperkuat daya saing, dan mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan ( Redaksi).






