Sistem Informasi Transformasi Bisnis UMKM Fashion Melalui Sistem Informasi Digital

PRODUKTIF NEWS
Media Bacaan Berkualitas

Ditulis Oleh : Ahmad ilham Meidisa, Diska Amalia Putri,Meli Juwita,Regina Tiatira Putri Situmorang

Produktifnews.com/– Mahasiswa Manajemen, Universitas Pamulang
Di era globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat,sistem informasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung transformasi bisnis.

Perubahan lingkungan bisnis
yang dinamis menuntut perusahaan untuk mampu beradaptasi dengan cepat agar tetap kompetitif dan relevan di pasar.

Transformasi bisnis yang didukung oleh sistem informasi memungkinkan perusahaan untuk
meningkatkan kinerja,memperluas jangkauan pasar serta menciptakan nilai tambah bagi
pelanggan.Oleh karena itu,penerapan sistem informasi menjadi kebutuhan utama bagi setiap
organisasi dalam menghadapi tantangan di era digital saat ini.

Menurut John P. Kotter 1996 Leading Change. Harvard Business School Press. transformasi
bisnis,merupakan proses perubahan yang dilakukan organisasi untuk meningkatkan efektivitas
dan menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan,transformasi bisnis pada UMKM dapat
diwujudkan melalui pemanfaatan Teknologi Digital seperti Media Sosial, marketplace, dan sistem pembayaran elektronik guna meningkatkan daya saing usaha.

Studi kasus : UMKM Fashion Iskanti dalam transformasi bisnis modern
Brand/Logo Berdasarkan hasil wawancara dan kuesioner terhadap Saudari Mega Iskanti selaku pemilik
UMKM fashion Iskanti, diperoleh beberapa informasi terkait penerapan sistem informasi transformasi bisnis dalam kegiatan usahanya
salah satu UMKM yang mengalami proses transformasi digital adalah brand fashion wanita

Kemudian“Iskanti”, yang didirikan dan dikelola oleh Mega Iskanti. Brand ini hadir sebagai salah satu
pelaku usaha di industri fashion muslimah yang berfokus pada produk busana wanita dengan desain yang modern, sederhana, namun tetap mempertahankan nilai kesopanan dan kenyamanan dalam berpakaian.

Sejak awal berdiri, Iskanti dibangun dengan semangat untuk menghadirkan produk fashion yang tidak hanya mengikuti tren,tetapi juga mampu memberikan nilai fungsional
dan estetika bagi penggunanya.

Sebelum melakukan transformasi, pemilik usaha memasarkan produknya melalui media sosial
pribadi seperti Instagram dengan mengandalkan personal branding, serta mengikuti berbagai bazar atau pameran secara langsung.Selain itu, proses transaksi juga masih dilakukan secara
manual melalui WhatsApp maupun Direct Message Instagram,Alasan utama dilakukanya transformasi pada usaha UMKM Iskanti di
antaranya:
1. Meningkatkan efisiensi kerja agar lebih cepat dan tidak menguras tenaga,
2. Memperluas jangkauan pasar hingga ke seluruh Indonesia melalui platform e-commerce,
3. Mengembangkan usaha agar tidak hanya berfokus pada satu jenis produk, tetapi
dapat memperluas lini produk fashion muslimah.

Transformasi bisnis memberikan dampak yang signifikan terhadap
perkembangan diantaranya :

1. Penjualan meningkat secara drastis karena menggunakan marketplace seperti Shopee dan TikTok shop yang telah terintegrasi secara digital.

2. Operasional bisnis menjadi lebih terstruktur sehingga pemilik usaha dapat lebih fokus
pada pengembangan ide produk baru.

3. Dengan memanfaatkan media sosial seperti TikTok, dan Instagram brand Iskanti semakin
dikenal luas dan dipercaya sebagi salah satu brand hijab lokal yang berkembang.

4. Penggunaan pembayaran semakin mudah dengan adanya, transfer bank, e-wallet dan Qris.
Tantangan yang dihadapi,dalam transformasi bisnis,

Adapun tantangan yang dialami pada usaha UMKM Iskanti diantaranya:

1. keterbatasan modal awal sebesar Rp10 juta

2. kesulitan dalam membangun tim kerja

3. serta kebutuhan untuk mempelajari kembali sistem penjualan digital dan manajemen stok
barang secara online.

Manfaat, Harapan dan Saran Pengembangan UMKM
Pemanfaatan media sosial terbukti sangat membantu dalam proses transformasi ini karena
mampu mempercepat promosi produk dan menjangkau konsumen secara lebih luas tanpa biaya
besar.

Selain itu, penggunaan marketplace juga memberikan kontribusi besar dalam peningkatan penjualan karena produk dapat diakses oleh konsumen di seluruh Indonesia,didukung oleh
berbagai fitur seperti promo gratis ongkir.

Dalam hal sistem pembayaran,usaha ini telah menggunakan metode digital seperti transfer bank melalui virtual account, e-wallet seperti ShopeePay dan GoPay, serta QRIS yang tersedia di marketplace.

Sistem ini membuat transaksi menjadi lebih cepat, praktis, dan tercatat secara otomatis sehingga meminimalisir kesalahan pencatatan.

Adapun harapan ke depan dari pemilik usaha adalah agar bisnis dapat terus berkembang lebih
besar,memiliki tim yang solid, serta produk yang semakin dikenal luas.
Sementara itu,saran yang diberikan adalah agar pelaku UMKM tidak takut untuk beradaptasi dengan teknologi digital,selalu menjaga kualitas produk,serta membiasakan pencatatan
keuangan secara rapi sejak awal.(Redaksi).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *