Diduga,Sekelompok Orang Lakukan Mencuri Bendera dan Aksi Vandalisme di Gunung Salak Bogor

 

PRODUKTIF NEWS
Media Bacaan Berkualitas

DEPOK- Kondisi “Miris” prihatin dirasakan pencinta alam, terjadi pada bangunan sekitar peninggalan sejarah nusantara situs Megalitik di NKRI yang telah berusia sekitar 3000 tahun Sebelum Masehi (SM) di kawasan Gunung Salak, Bogor. Keprihatinannya karena terjadi peristiwa adanya “Dugaan Sekelompok Orang Lakukan Pencurian Bendera dan Aksi Vandalisme”. Demikian informasi yang diperoleh dari kelompok pencinta alam dan peziarah yang disampaikan kepada tim redaksi produktifnews.com di Kota Depok, baru-baru ini.

Dalam informasi melalui WhatsApp dijelaskan,bahwa pencurian bendera di sekitar situs Megalitik yang berusia 3000 SM, lokasinya di Situs Pasir Manggis yang berada di ketinggian 800 MDPL (Meter Diatas Permukaan Laut) di Lereng Gunung Salak.

Lokasi tersebut masuk di kawasan Taman Nasional Halimun Salak Kecamatan Tenjolaya,Kabupaten Bogor,Jawa Barat.

Menurut salah seorang sumber yang disampaikan informasinya oleh “Juru Pelihara”, Kang Azis, bersama rekan-rekan pencinta situs prasejarah tersebut; bahwa tempat kejadian tersebut adalah upayanya mendirikan saung untuk tempat peristirahatan para pencinta alam yang mencintai dan ikut menjaga situs bersejarah tersebut.Agar situs tetap terjaga kelestarian alamiahnya, juga terjaga potensi sejarah sumber daya hutan alamnya,”

Selain untuk menjaga potensi sejarah di NKRI ini,juga bermanfaat untuk tempat berteduh para peziarah dan pengunjung serta pencinta alam.

Dijelaskan Kang Azis, bahwa upayanya juga mendirikan tiang bendera dan mengibarkan bendera merah putih sebagai rasa cinta tanah air Indonesia NKRI.

Namun, lanjutnya,dirinya sangat miris; ketika ada “Sekelompok Orang” yang mencuri bendera tersebut. Bahkan kemudian melakukan “Aksi Vandalisme” “Mencoret-coret saung dengan kalimat yang mengecam seakan tempat tersebut banyak orang yang melakukan “perbuatan sesat”. Padahal, di saung tersebut sudah dipasang kaligrafi Alloh dan Muhammad.

Dijelaskan ,selain bendera merah putih NKRI; ada juga beberapa barang milik juru pelihara yang sebelumnya yang disiapkan untuk keperluan pengunjung, juga raib. Diantaranya; barang berupa cangkir minum serta bahan makanan.

Menurutnya ,kejadian dan peristiwa tersebut diperkirakan antara tanggal 10 – 11 September 2025. Dan, diketahui kejadian miris tersebut saat juru pelihara membersihkan lokasi yang dibangun swadaya para penziarah dan pencinta situs Megalitik di Indonesia ini.

Dikemukakan atas kejadian tersebut, menurut sumber informasi yang disampaikannya,: “Kami para pencinta sejarah nusantara merasa miris atas kejadiannya yang merupakan prilaku penghinaan terhadap situs peninggalan leluhur nusantara yang juga “merendahkan” simbol Negara Kesatuan Republik Infonesia (NKRI),”Demikian hasil wawancara langsung yang kami terima dari sumber neraca.id.
(SWD).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *