Gunung Sampah Di TPA Cipayung Mengganggu Kenyaman Dan Pencemaran Udara,berdampak Mengganggu Kesehatan

Gunung Sampah Di TPA Cipayung Mengganggu Kenyaman Dan Pencemaran Udara,berdampak Mengganggu Kesehatan

DEPOK //produktifnews.news.com//– Ancaman kerusakan lingkungan dan keselamatan masyarakat akibat penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok, kian mengkhawatirkan.Lembaga Manifes Juang Indonesia (MAJU Indonesia) Kota Depok angkat suara dan mendesak Pemerintah Kota Depok untuk segera mengambil tindakan tegas dan konkret atas permasalahan yang telah berlangsung bertahun-tahun itu.

menyampaikan kekhawatiran lembaganya terhadap dampak serius dari kondisi TPA Cipayung yang kini sudah melebihi kapasitas.

“Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah mengeluarkan surat dan merekomendasikan penutupan TPA Cipayung. Namun sampai saat ini, Pemkot Depok belum memiliki solusi yang jelas jika tempat itu benar-benar ditutup,” ujar Torben, yang dikenal sebagai aktivis budaya sekaligus pemerhati isu lingkungan hidup.

Menurutnya, kebijakan yang lambat dan kurang responsif dari Pemkot Depok berpotensi menimbulkan krisis lingkungan yang lebih parah dan membahayakan warga sekitar. Pencemaran udara, air, serta potensi longsoran sampah menjadi ancaman nyata yang tak bisa diabaikan.

Sebagai langkah solutif, MAJU Indonesia mendesak agar Pemkot Depok segera menganggarkan dana untuk pengadaan dan pembangunan insinerator sampah skala kota.

Teknologi ini dinilai sebagai solusi paling realistis dan efektif untuk mengatasi gunungan sampah yang kian hari makin menumpuk di TPA Cipayung.

Insinerator merupakan alat pembakar sampah yang bekerja pada suhu tinggi untuk mengurangi volume sampah secara signifikan. Selain menghasilkan abu, gas, dan panas, teknologi ini juga memungkinkan konversi panas menjadi energi listrik atau pemanas ruang, menjadikannya sebagai alternatif sumber energi terbarukan.

– Mengurangi Volume Sampah.

Sampah yang dibakar menyisakan abu dalam jumlah kecil, sehingga tak lagi memerlukan lahan luas seperti TPA.

– Mengeliminasi Limbah Berbahaya

Mampu menghancurkan limbah medis, limbah industri, dan bahan kimia berbahaya yang tak bisa dibuang sembarangan.

– Menghasilkan Energi,

Panas dari pembakaran dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi, menjadikan sampah sebagai sumber daya, bukan sekadar limbah.

– Mengurangi Ketergantungan TPA

Dengan adanya insinerator, beban TPA dapat dikurangi drastis, memperpanjang umur fasilitas dan mengurangi risiko pencemaran

Meski begitu, penggunaan insinerator juga menghadirkan tantangan tersendiri. Salah satunya adalah emisi gas buang yang dapat mencemari udara jika tidak dikelola dengan teknologi filtrasi yang baik.

Karena itu, MAJU Indonesia menekankan bahwa insinerator yang diusulkan harus dilengkapi dengan sistem penyaring emisi canggih seperti:

1.Wet scrubber (pembersih gas dengan air)

2.iklon debu

3.Cerobong dengan sensor emisi

“Teknologi harus didampingi dengan regulasi dan kontrol ketat agar tidak menjadi sumber polusi baru. Tapi jika dilakukan dengan benar, ini adalah solusi jangka panjang yang sangat layak,” ujar Torben Rando.

Upaya konfirmasi terhadap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman, hingga berita ini diturunkan belum membuahkan hasil. Telepon dan pesan yang dikirimkan belum mendapatkan respon resmi dari pihak dinas terkait.

Kondisi ini menambah kekhawatiran publik, mengingat masalah TPA Cipayung bukan hanya isu kebersihan, melainkan juga soal keselamatan lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *