
PRODUKTIF NEWS
Media Bacaan Berkualitas
DEPOK,/produktifnews.com/ -Sudah semestinya para wartawan melakukan “black out” kepada pejabat publik yang tidak mau mengerti dengan keberadaan wartawan
Bangga menggunakan medsos mampu mensosialisasikan program kerjanya dan menggunakan medsos dia mengklaim berhasil membantu puluhan rakyat kecil.
Kerjasama media Pers dan Pemda Jabar hanya milihat dari sisi nominal angka angka saja tidak melihat dari sosial ekonomi yang terjad dan dampak sosial yang ditimbulkan.
Ia tidak menyadari fungsi Pers sebagai kontrol sosial dan Patner Pemerintah Propinsi Jawa Jawa Barat sudah terjalin selama berpuluh tahun dan telah mampu memberikan kontribusi di dalam penyebaran informasi pembangunan dan kontrol sosial kepada pemerintah Jawa Barat.
Hubungan tidak dilihat dari sisi sosial ekonomi yang lebih luas lagi secara tidak langsung juga meningkat kesejahteraan dari ribuan wartawan.
Dengan kerja sama tersebut kehidupan masyarakat pers dan keluarganya yang sedikit banyak dapat tertopang dari kerja sama dari pemasangan iklan,rillis,liputan berita dan lainnya
Anggaran publikasi dan kerja sama yang dipangkas tentu tidak hanya di Propinsi Jawa Barat tetapi tentu saja dengan 27 kota dan kabupaten yang ada di wilayah ini,termasuk di Kota Depok.
Dimana selama ini Kominfo, Protokol, DPRD,PDAM Tirta Asasta dan beberapa instansi lainnya melakukan kerja sama dalam pemberian rillis kepada wartawan dalam kegiatan resmi institusi nya untuk di publish kepada masyarakat
Kegiatan pemberian rillis kepada wartawan belakangan ini ketika ditanyan kepada institusi yang terkait,jawabannya sama, tidak ada rillis akibat kebijakan anggaran diefisiensi.
Berapa ribu wartawan di Jawa Barat terkena dampak dan juga di daerah lainnya di Indonesia?
Pemotongan Anggaran Media tersebut berdampak kepada ribuan wartawan secara tidak langsung
Memang akan berdampak pro dan kontra di sisi lain nilai beritanya cukup tinggi
Hal ini memang menyakitkan dan memandang tak perlu adanya media lain meliputnya selain medsos yang dimilikinya adapun diliput media memang itu pekerjaan wartawan untuk meliput.
Sehingga tidak heran dalam kunjungannya di Kota Depok Hari Selasa lalu tanggal 21 Oktober lalu,beberapa wartawan justru menyoroti fungsi lift pada Gedung Baleka 2 yang saat ini masih dalam perbaikan menjadi lebih menarik dibandingkan kunjungan KDM ke Depok di Lantai 10.
Mereka lebih melihat Kondisi Lift gedung tersebut, dalam situasi normal saja puluhan karyawan bahkan,ratusan melakukan antri panjang,untuk naik Lift.
Kita melihat,fungsi lift Pemkot Depok di Gedung Baleka 2 itu dapat melayani ratusan orang dalam satu saat apa tidak ?
Apakah akan mampu. melayani ratusan orang yang naik ke satu tujuan yakni lantai 10 Gedung Baleka 2 dalam waktu yang .bersamaan ?
Namun Alhamdulillah kegiatan di Lantai 10 Gedung Baleka 2,tertib,aman dan kondusif
KDM sendiri berkilah langkah ini dianggap sebagai implementasi Instruksi Presiden tentang efisiensi anggaran publikasi.
Alhamdulillah tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan bersama.
Padahal beberapa wartawan khawatir akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Kembali pada kekecewaan wartawan Depok dengan program efisiensi,pemotongan dan menghilangkan kerjasama dengan media di hentikan secara tidak menambah beratnya kehidupan wartawan.
Sementara itu,penghentian kerja sama Pemda Provinsi Jawa Barat dengan media massa mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak.
Sisi lain dari Pengamat kebijakan publik, Kristian Widya Wicaksono,mendukung efisiensi dan peralihan ke media digital,namun khawatir tentang dampaknya terhadap ekosistem media, terutama media cetak lokal.
Ia menekankan pentingnya rencana mitigasi untuk melindungi para pelaku usaha dan karyawan media yang terdampak.
Selain itu, Kristian juga menyoroti pentingnya penguatan media digital pemerintah sebagai kanal sosialisasi kebijakan dan meningkatkan kemampuan Aparatur Sipil Negara dalam mengelola komunikasi digital (***).
(Baktiar butarbutar)
Pemimpin Redaksi






