Relawan Supian Suri Tegaskan Dukungan Kritis: Siap Kawal hingga 2029, Tapi Tak Segan Mengingatkan


PRODUKTIF NEWS

Media Bacaan Berkualitas

DEPOK,-Puluhan forum relawan Wali Kota Depok, Supian Suri, berkumpul dalam agenda Kopdar Silaturahmi Greess (Gerakan Relawan Supian Suri), Sabtu (12/7/2025), di kawasan Setu Sawangan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Sedikitnya 45 forum relawan dari berbagai kecamatan sekota Depok hadir untuk mengikuti kopdar perdana tersebut. Pertemuan ini menjadi ruang refleksi dan konsolidasi pasca Supian Suri menjabat lima bulan sebagai Wali Kota.

Diselenggarakan dalam suasana santai namun bermakna, acara ini menjadi wadah para relawan menyampaikan aspirasi dan evaluasi atas jalannya pemerintahan yang baru. Tidak hanya mempererat hubungan emosional antarkomunitas relawan, kegiatan ini juga menjadi ajang penting untuk mempertegas arah perjuangan. Terlebih, mayoritas relawan merasa masih belum cukup dilibatkan dalam proses pembangunan Depok pascapilkada.

Forum ini disepakati akan menjadi kegiatan berkala yang berfungsi sebagai penghubung antara relawan dan pemerintah kota. Para peserta menilai, sudah waktunya relawan yang dahulu berjuang keras memenangkan Supian Suri mendapatkan ruang partisipasi yang lebih formal. Komunikasi strategis antara pemerintah dan relawan dipandang sangat krusial untuk memastikan arah kebijakan tetap berpijak pada semangat perubahan.

Salah satu suara kritis datang dari relawan,yang mewakili keresahan banyak relawan akar rumput. Ia mengungkapkan bahwa sejak Supian Suri menjabat, belum ada inisiatif terbuka dari pihak Pemkot untuk membangun dialog kolektif bersama seluruh elemen relawan.”Kami ini bukan penonton. Kami yang dulu terjun langsung ke lapangan.Maka wajar jika kami ingin ruang untuk menyampaikan aspirasi warga,”ucapnya.

Greess mendorong dibentuknya forum legal yang mampu mewadahi aspirasi relawan secara terstruktur dan terbuka. Ia menegaskan bahwa kemenangan Supian Suri dalam Pilkada seharusnya menjadi awal kolaborasi, bukan akhir dari perjuangan bersama. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi dua arah agar aspirasi dari bawah tidak mandek hanya di lingkaran elite birokrasi

Silaturahmi Greess ini juga menghasilkan sejumlah kesepakatan penting yang dikristalisasi dalam “Komitmen Setu Sawangan.” Salah satu poin utama adalah pernyataan bersama bahwa seluruh relawan tetap berkomitmen mendukung penuh pemerintahan Supian Suri hingga akhir masa jabatan 2029. Namun, mereka menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak bersifat mutlak dan akan dibarengi dengan sikap kritis terhadap kebijakan yang dinilai menyimpang dan tidak akomodatif.

Forum juga memutuskan untuk menyusun notulensi kegiatan sebagai dasar pembentukan wadah resmi berbadan hukum. Wadah ini akan berfungsi sebagai penghubung aktif antara pemerintah kota, warga, dan komunitas relawan. Langkah ini diyakini mampu memperkuat posisi relawan sebagai mitra strategis pembangunan, bukan sekadar pendukung pasif.

Para relawan juga menegaskan bahwa dukungan mereka adalah bentuk komitmen pada semangat perubahan, bukan pada individu semata. Mereka siap memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan kota, namun akan bersuara keras bila janji-janji kampanye Supian Suri tidak dijalankan secara konsisten. “Kami ingin ada keberanian politik untuk tetap berpihak pada rakyat, bukan tunduk pada kepentingan lama,” kata salah satu relawan lainnya.

Tuntutan terhadap transparansi dan akses informasi publik juga menjadi bagian penting dalam forum ini. Relawan berharap Wali Kota membuka ruang konsultatif yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Mereka juga mendorong agar sistem pelayanan publik, penataan kota, dan reformasi birokrasi dijalankan dengan prinsip meritokrasi dan keterbukaan.

Kritik juga diarahkan pada gejala politik balas budi yang bisa merusak efektivitas pemerintahan. Ketua dari beberapa forum relawan meminta agar Supian Suri memilih para pembantunya berdasarkan integritas dan kinerja, bukan karena kedekatan politik atau loyalitas terhadap rezim lama. Relawan menegaskan pentingnya penataan ulang birokrasi agar selaras dengan semangat perubahan yang dijanjikan kepada rakyat.

Isu-isu prioritas seperti penataan ruang, pengendalian pembangunan, perbaikan pendidikan, banjir, pengelolaan sampah, dan infrastruktur juga menjadi sorotan. Para relawan meminta agar Supian Suri tidak melupakan amanah rakyat, dan berani mengambil tindakan terhadap pejabat atau kebijakan yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat luas

Kegiatan Silaturahmi Greess ditutup dengan pembacaan komitmen bersama serta doa untuk kelancaran kepemimpinan Supian Suri dan wakilnya, Chandra Rahmansyah. Dalam penutupannya, relawan kembali menegaskan bahwa mereka siap menjadi garda pendukung yang loyal, tetapi juga menjadi pengingat yang kritis demi mewujudkan Depok Maju sesuai visi politik yang dijanjikan.

Forum ini menjadi pengingat penting bahwa kekuatan relawan bukan hanya mesin kampanye, tetapi juga kontrol sosial dan moral terhadap pemerintah yang mereka bantu menangkan. Supian Suri diharapkan segera membuka ruang partisipasi strategis yang terlembaga. Karena relawan yang ditinggalkan, bisa saja berubah menjadi oposisi yang keras, bukan karena benci, tetapi karena cinta pada perubahan yang dulu mereka perjuangkan bersama. (AlbertHS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *