Warga Banyakyang Kecewa terhadap Kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Depok yang Sekarang ! Terkait Susahnya Pendaftaran SPMB di Kota Depok


PRODUKTIF NEWS

Media Bacaan Berkualitas

DEPOK-Dari penelusuran dan banyaknya keluhan Masyarakan atau Wali murid, menyatakan bahwa Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Depok semakin merepotkan,keterangan dari hasil wawancara wali murid bernama Rizky Ramadhan yang Berdomisili di Kecamatan Sukmajaya,Mekarjaya Kota Depok,ketersediaan slot ujian maupun jadwal konsultasi di pusat layanan sangat terbatas, sehingga banyak peserta harus bersabar dan siap berubah jadwal berulang kali.

Untuk urusan administrasi, berkas yang harus dilengkapi mulai dari fotokopi ijazah, sertifikat nilai,hingga formulir elektronik kadang tidak tersinkron dengan sistem Sekolah sehingga berpotensi ditolak,bahkan setelah antre lama.Ditambah lagi, proses verifikasi di akhir pendaftaran seringkali memunculkan kendala teknis seperti server sibuk,koneksi lambat atau dokumen yang tidak terunggah sempurna.Itu sebabnya, banyak calon siswa merasa bahwa meski mereka sudah mempersiapkan diri sejak jauh hari dan mengikuti semua pedoman,pendaftaran SPMB di Depok tetap menyisakan kecewa dan tidak ada kepastian panjang sebelum akhirnya juga tidak lolos

Setelah melewati berbagai rangkaian diatas yang bisa di katakan tidak membuahkan hasil wali murid bernama Rizky Ramadhan sunggu kecewa karna di tolak dari jalur Region maupun test ujian SPMB tingkat SMP.

Hilangnya kepercayaan wali murid terhadap sistem pemerintahan sering kali disebabkan oleh ketidakkonsistenan dalam kebijakan pendidikan,kurangnya transparansi,serta buruknya komunikasi antara pihak sekolah,dinas pendidikan dan orang tua.

Banyak wali murid merasa bahwa keputusan yang diambil pemerintah,seperti perubahan mendadak dalam sistem zonasi seleksi masuk sekolah atau kurikulum,tidak melibatkan aspirasi masyarakat dan cenderung merugikan anak-anak mereka. Kasus-kasus seperti kesulitan dalam proses pendaftaran online,bantuan pendidikan yang tidak merata,hingga ketidakjelasan alur informasi memperburuk keadaan.

Ketika wali murid merasa aspirasi mereka tidak didengar dan hak anak untuk mendapatkan pendidikan layak terganggu oleh kebijakan yang tidak pro-rakyat, kepercayaan pun luntur terhadap tindakan yang terjadi di kota Depok.
Banyak warga Kota Depok menyuarakan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Wali Kota & Wakil Wali kota Depok dalam menangani proses pendaftaran SPMB yang dianggap tidak tertata dengan baik. Warga menilai bahwa ketidaksiapan sistem, kurangnya informasi yang jelas, dan buruknya koordinasi antar instansi menunjukkan lemahnya perhatian pemerintah kota terhadap kebutuhan dasar pendidikan. Ketika masalah teknis seperti server eror, antrian panjang, dan ketidakjelasan prosedur terjadi secara berulang setiap tahun, masyarakat mulai meragukan komitmen dan kapabilitas pemimpin daerah dalam memberikan layanan publik yang adil dan efisien. Wali Kota dinilai lambat merespons keluhan masyarakat, bahkan terkesan lepas tangan terhadap kesulitan yang dihadapi para orang tua dan calon siswa. Akibatnya, muncul rasa frustrasi yang meluas di kalangan warga, yang merasa bahwa kebutuhan pendidikan anak-anak mereka tidak diprioritaskan sebagaimana mestinya oleh pemerintah kota Depok.
Terlebih lagi Moto semboyan Walikota terpilih sekarang adalah perubahan tapi fakta di lapangan menunjukkan bahwa sistem yang sekarang malah menyusahkan dan menjadi hambahan bagi warga, dan lebih parahnya menurut salah satu sumber masyarakat yang tidak ingin di sebutkan namannya, bahwa ada salah satu murid yang berzonasi jauh dengan Sekolah tetapi bisa bersekolah di zonsi tersebut dengan jalur titipan atau orang dalam dan wali murid tersebut di tawari untuk memasuki SMP Negri dengan Sejumlah uang yang harus di bayarkan tetapi wali murid menolak karna tindakan ini menyalahi peraturan perundang-undangan dan wali murid tersebut memasukan anaknya ke pesantrenpesantren.
(sandi butarbutar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *